Selasa, 05 Oktober 2010

Sejarah masuknya Agama Islam di Benua Amerika

ISLAM DI BENUA AMERIKA
“MEMBUKA TABIR KEDATANGAN ISLAM DI BENUA AMERIKA”
(Sejarah dan Perkembangan Awal)

A. Pengantar
Islam merupakan sebuah Imperium yang begitu megah pada masanya. Islam berhasil memberikan kemakmuran serta kemajuan bagi daerah-daerah kekuasaanya. Bani Ummayah, bani Abasiah, serta dinasti-dinasti lainya yang turut memberikan kejayaan bagi Inperium Islam saat itu.
Kejayaan Islam saat itu tersebar luas diberbagai wilayah, dari benua Eropa, Asia, Afrika. Namun tidak hanya samapi disitu saja, Islam pada masa Umayah di Spanyol telah berhasil melakukan hubungan dengan dunia baru, gelap dan berkabut yakni benua yang sekarang kita sebut benua Amerika.
Jika memang benar pada masa Umayah di Spanyol yakni pada sekitar abad 10an, para pelayar-pelayar Muslim telah berhasil menginjakan kakinya didunia baru tersebut, lantas kenapa sejarah dunia mencatat bahwa penemu dunia baru yang kita anggap sekarang adalah benua Amerika ditemukan oleh Christopher Columbus orang Spanyol yang beragama Khatolik???. Sebenarnya tulisan kecil kami ini tidak membahas mengenai siapa sebenarnya penemu benua Amerika, karena disini kami tekankan bahwa pembahasan kami adalah mengenai kedatangan Islam di benua Amerika. Apabila dalam pembahasan kami ini, terdapat keterhubungan dengan kontroversi tentang penemu benua Amerika, mungkin ini adalah suatu keterkaitan yang memang tidak bisa dihindarkan. Dan ini pun merupakan suatu pembahasan yang menurut kami sangat menarik dan menantang, sehingga tema ini layak untuk kami bahas dalam mata kuliah sejarah Peradaban Islam, dimana pembahasan mengenai hal tersebut belum begitu banyak ditulis dan dikaji oleh orang banyak.
Namun, untuk menghindari adanya perluasan serta melebarnya pembahasan, maka disini kami cantumkan beberapa rumusan masalah yang akan kami bahas tersebut, yakni sebagai berikut:
• Mengapa Islam menyebar sampai ke benua Amerika?
• Bagaimanakah awal kedatangan Islam di benua Amerika?
• Bagaimana reaksi dari masyarakat pribumi benua Amerika terhadap kedatangan Islam?
• Bagaimana keadaan Islam di benua Amerika setelah kedatangan Colombus?
• Bagaimana jejak-jejak peninggalan Islam di benua Amerika?

B. Masuk dan Kedatangan Islam ke benua Amerika
• Alasan dan latar belakang
Masuk dan kedatangan Islam sudah dimulai sejak zaman Bani Umayyah di Spanyol yaitu pada masa pemerintahan Abdurahman III (912-961M). Pada masa kepemimpinan Abdurahman III, ia berhasil menciptakan kemakmuran dan kemajuan Spanyol, seperti kemajuan dalam bidang perekonomian, seni arsitektur serta kemajuan dalam bidang armada laut, dengan kekuataan armada laut tersebut Abdurahman bisa memperluas kekuasaannya sampai ke Afrika Barat. Seperti dalam sumber lain yang kami temukan mengatakan bahwa:
Pada pertengahan abad ke-10, pada waktu pemerintahan Khalifah Umayyah, yaitu Abdurrahman III (929-961 M.), kaum muslimin yang berasal dari Afrika berlayar ke Barat dari pelabuhan Delbra di Spanyol, menembus ‘samudera yang gelap dan berkabut’ yang disebutnya Ard Majhoola. Setelah menghilang beberapa lama, mereka kembali dengan sejumlah harta dari negeri yang ‘tak dikenal dan aneh’. Ada kaum muslimin yang tinggal bermukim di negeri baru itu, dan mereka inilah yang dianggap kaum imigran Muslim gelombang pertama di Amerika.
(http://rusd.wordpress.com/2009/01/13/islam-di-amerika-sebelum-columbus/)

Sehingga dengan demikian kami dapat menyimpulkan bahwa sekitar abad ke 10 umat Islam telah menemukan dunia baru yang dalam hal ini adalah benua Amerika, dan umat muslim telah melakukan interaksi dengan masyarakat atau dengan orang Amerika tersebut sejak abad 10M. Sehingga dari sinilah awal dimulainya hubungan antara Islam dengan benua Amerika, dan ternyata jauh sebelum kedatangan Columbus.
Bukti-bukti lain yang memperkuat pendapat kami mengenai adanya hubungan antara Islam dengan benua Amerika sekitar abad ke 10 M atau jauh sebelum kedatangan Columbus adalah sebagai berikut:
• Adanya pengaruh Afrika dalam industri-industri tradisional yang dimiliki oleh orang Indian Amerika dan ditemukannya peningglan-peningglan Afrika berupa tulisan pada batu-batu di Amerika Tengah dan selatan.
• Selain itu juga ditemukan mata uang logam Arab yang di cetak di Andalusia (Spanyol) yang ditemukan di Amerika Selatan.
• Loe Weiner, pakar sejarah dari Harvard University, dalam bukunya “Africa and the Discovery of America” (1920) menulis bahwa Columbus telah mengetahui kehadiran orang-orang Islam yang tersebar seluas Karibia, Amerika Tengah dan Utara, termasuk Canada. Mereka berdagang dan telah melakukan asimilasi perkawinan dengan orang-orang Indian dari suku Iroquois dan Algonquin. (http://rusd.wordpress.com/2009/01/13/islam-di-amerika-sebelum-columbus/)
• Geografer dan pembuat peta bernama Al-Syarif Al-Idrisi (1099- 1166) menulis dalam bukunya yang terkenal Nuzhat al-Musytaq fi Ikhtiraq al-Afaaq (Ekskursi dari yang Rindu Mengarungi Ufuq) bahwa sekelompok pelaut dari Afrika Utara berlayar mengarungi Samudra yang gelap dan berkabut dari Lisbon (Portugal) dengan maksud mendapatkan apa yang ada di balik samudra itu, betapa luasnya dan di mana batasnya. Mereka menemukan pulau yang penghuninya bercocok tanam dan telah mempergunakan bahasa Arab. (http://rusd.wordpress.com/2009/01/13/islam-di-amerika-sebelum-columbus/)
• Didalam buku 105 tokoh penemu dan perintis dunia, kami menemukan biodata serta profil tentang Al-Idrisi, ia merupakan kelahiran Spanyol dan merupakan orang yang pertama kalinya membuat globe. Didalam buku tersebut diceritakan bahwa kemampuan Al-Idrisi membuta Globe sangat menarik perhatian Raja Roger II, yakni raja Sicilia turunan Normandia yang memerintah pada tahun 1129-1140. Raja Roger II meminta Al-Idrisi untuk membuat peta dunia terbaru. Alidrisi menyanggupinya dengan syarat ia memperkenankan memasukan data bahwa Siscilia pernah berada dalam kekuasaan Islam sebelum Raja Roger berkuasa disana. Peta pesanan Raja Roger pun jadi dan diwujudkan dalam bentuk Bola dunia atau yang biasa diseburt dengan “Globe”. Globe tersebut terbuat dari Perak seberat 400 gram, didalamnya Asl-Idrisi mencantumkan ketujuh benua lengkap dengan rute perdagangan, danau-danau, sungai-sungai, kota-kota besar, daratan, serta pegunungan. Sehingga jelas sekali bahwa benua yang di anggap benua Amerika saat ini, memang sudah ditemukan.
• Perlayaran melintasi Lautan Atlantik dari Maroko dicatat juga oleh penjelajah laut Shaikh Zayn-eddin Ali bin Fadhel Al-Mazandarani. Kapalnya berangkat dari Tarfay di Maroko pada zaman Sultan Abu-Yacoub Sidi Youssef (1286 – 1307), penguasa keenam dalam dinasti Marinid. Kapalnya mendarat di pulau Green di Laut Karibia pada tahun 1291. Menurut Dr. Mroeh, catatan perjalanan ini banyak dijadikan referensi oleh ilmuwan Islam.
• Sultan-sultan dari kerajaan Mali di Afrika barat yang beribukota di Timbuktu, ternyata juga melakukan perjalanan sendiri hingga ke benua Amerika. Sejarawan Chihab Addin Abul-Abbas Ahmad bin Fadhl Al Umari (1300 – 1384) mencatat berbagai ekpedisi ini dengan cermat. Timbuktu yang kini dilupakan orang, dahulunya merupakan pusat peradaban, perpustakaan dan keilmuan yang maju di Afrika. Ekpedisi perjalanan darat dan laut banyak dilakukan orang menuju Timbuktu atau berawal dari Timbuktu. Sultan yang tercatat melanglang buana hingga ke benua baru saat itu adalah Sultan Abu Bakari I (1285 – 1312), saudara dari Sultan Mansa Kankan Musa (1312 – 1337), yang telah melakukan dua kali ekspedisi melintas Lautan Atlantik hingga ke Amerika dan bahkan menyusuri sungai Mississippi.
• Sultan Abu Bakari I melakukan eksplorasi di Amerika tengah dan utara dengan menyusuri sungai Mississippi antara tahun 1309-1312. Para eksplorer ini berbahasa Arab. Dua abad kemudian, penemuan benua Amerika diabadikan dalam peta berwarna Piri Re’isi yang dibuat tahun 1513, dan dipersembahkan kepada raja Ottoman Sultan Selim I (1517). Peta ini menunjukkan belahan bumi bagian barat, Amerika selatan dan bahkan benua Antartika, dengan penggambaran pesisiran Brasil secara akurat
• Menzies juga mengemukakan bahwa Laksamana Zheng He (Ceng Ho), seorang Laksamana Cina Muslim, telah mendarat di Amerika pada tahun 1421, 71 tahun lebih awal ketimbang Columbus. Lima abad sebelumnya, Khaskhas Ibn Saeed Ibn Aswad pun telah menjejakkan kakidi Amerika. Jelas, penemu Amerika sama seklai bukan Colombus, tetapi para pionir pelayaran dunia, yakni pelaut-pelaut Islam yang ulung.
• Columbus dan para penjelajah Spanyol serta Portugis mampu melayari menyeberang Samudra Atlantik dalam jarak sekitar 2400 km, adalah karena bantuan informasi geografis dan navigasi dari peta yang dibuat oleh pedagang-pedagang Muslimin, termasuk informasi dari buku tulisan Abul Hassan Al-Masudi yang berjudul Akhbar az-Zaman. Tidak banyak diketahui orang, bahwa Columbus dibantu oleh dua orang nakhoda Muslim pada waktu ekspedisi pertamanya menyeberang transatlantik. Kedua kapten Muslim itu adalah dua bersaudara Martin Alonso Pinzon yang menakodai kapal Pinta, dan Vicente Yanez Pinzon yang menakodai kapal Nina. Keduanya adalah hartawan yang mahir dalam seluk-beluk perkapalan, membantu Columbus dalam organisasi ekspedisi itu, dan mempersiapkan perlengkapan kapal bendera Santa Maria. Bersaudara Pinzon ini masih memiliki ikatan kekeluargaan dengan Abuzayan Muhammad III (1362-66), Sultan Maroko dari dinasti Marinid (1196-1465). (Thacher, John Boyd: Christopher Columbus, New York 1950).
• Ditemukannya prasasti dalam bahasa arab di lembah Misisipi dan Arizona. Dalam isi prasasti itu dikatakan bahawa para imigran juga membawa gajah dari Afrika.
Para kaum muslim yang melakukan perjalanan pada pertengahan abad 10 M ini merupakan kaum imigran muslim gelombang pertama di benua Amerika, alasan mereka memang benar-benar untuk perdagangan dan penyebaran agama Islam ke daerah lain atau dalam umat Islam dikenal dengan Darul Harb (daerah yang belum Islam dan sudah menjadi tugas dari khilafah untuk mengislamkannya melaui dakwah).
Selain bukti-bukti yang menunjukan adanya umat muslim ke benua Amerika pada gelombang pertama yakni sekitar abad ke 10, bukti lain juga menunjukan bahwa setelah kedatangan Columbus ke benua Amerika, yakni sekitar pertengahan abad ke-16 adanya kedatangan umat muslim pada gelombang kedua yang lebih besar lagi. Alasan kedatangan mereka dalam gelombang kedua ini dikarenakan setelah benteng Granada di Spanyol milik Islam jatuh pada tahun 1492, maka kekuasaan Islam di Eropa khususnya di Spanyol telah berakhir sehingga kekuasaan dipegang oleh orang-orang kristen.
Sekitar pertengahan Abad ke-16, terjadi pemaksaan besar-besaran secara kejam terhadap orang-orang Islam dan orang-orang Yahudi untuk menganut agam Khatolik menganut agama Katholik, yang terkenal dalam sejarah sebagai Spanish Inquisition. Pada masa itu keadaan orang-orang Yahudi dan orang-orang Islam sangat menyedihkan, karena penganiayaan dari pihak Gereja Katolik Roma yang dilaksanakan oleh inkuisisi tersebut. Karena penyiksaaan terhadap orang-orang Islam dan Yahudi, maka ada tiga macam sikap orang-orang Yahudi dan orang-orang Islam dalam menghadapi inkusisi tersebut, yakni:
o Pertama, yang tidak mau beralih agama. Akibatnya mereka disiksa kemudian dieksekusi dengan dibakar atau dipancangkan di kayu salib.
o Kedua, beralih agama menjadi Katholik Roma. Mereka itu diawasi pula apakah memang berganti agama secara serius atau tidak. Kelompok orang Islam yang beralih agama itu disebut kelompok Morisko, sedangkan yang dari agama Yahudi disebut kelompok Marrano.
o Ketiga, melarikan diri atau hijrah menyeberang Laut Atlantik yang dahulunya dinamakan Samudra yang gelap dan berkabut yakni Benua Amerika. Inilah kelompok imigran gelombang kedua di negeri baru itu (Benua Amerika).
Penganiayaan itu mencapai puncaknya semasa Paus Sixtus V (1585-1590). Sekurang-kurangnya ada dua dokumen yang menyangkut inkusisi ini. Yang pertama, Raja Spanyol Carlos V mengeluarkan dekrit pada tahun 1539 melarang penduduk bermigrasi ke Amerika Latin bagi keturunan Muslimin yang dihukum bakar dan dieksekusi di kayu sula itu. Yang kedua dekrit itu diratifikasi pada 1543, dan disertai perintah pengusiran Muslimin keluar dari jajahan Spanyol di seberang laut Atlantik. Ini adalah bukti historis adanya imigran Muslimin gelombang kedua sebelum tahun 1543 (dekrit kedua).
Sehingga dengan demikian, kedatangan imigran geMuslim serta Yahudi pada gelombang kedua ke dunia baru tersebut (yang sekarang dinamakan benua Amerika) adalah bukti bahwa pengetahuan mereka tentang dunia baru yang gelap dan berkabut yakni benua Amerika sudah ada sebelum keberangkatan mereka tersebut.

C. Perkembangan Awal
• Interaksi antara masyarakat pribumi dengan komunitas Islam di Amerika
Seperti yang telah kita bahas diatas, bahwa hubungan Islam dengan benua Amerika dimulai sekitar abad ke 10 dan jauh sebelum kedatangan Columbus ke benua Amerika, yakni pada masa ke Khalifahan Umayah di Spanyol, yang pada saat itu di pimpin oleh Abdurahman III.
Diatas pun sudah dijelaskan apa alasan dan latarbelakangnya sehingga pada akhirnya umat Muslim dapat menemukan benua baru yang sekarang kita kenal sebagai benua Amerika. Namun pembahasan kami tidak cukup sampai disitu saja, kami mencoba memaparkan bagaimana hubungan antara Islam dengan masyarakat pribumi Amerika pada saat itu?? Seperti beberapa sumber yang kami kutip ini :
Sejarawan Ivan Van Sertima dalam karyanya They Came Before Columbus membuktikan adanya kontak antara Muslim Afrika dengan orang Amerika asli. Dalam karyanya yang lain, African Presence in Early America, Van Sertima, menemukan fakta bahwa para pedagang Muslim dari Arab juga sangat aktif berniaga dengan masyarakat yang tinggal di Amerika. Van Sertima juga menuturkan, saat menginjakkan kaki di benua Amerika, Columbus pun mengungkapkan kekagumannya kepada orang Karibian yang sudah beragama Islam. "Columbus juga tahun bahwa Muslim dari pantai Barat Afrika telah tinggal lebih dulu di Karibia, Amerika Tengah, Selatan, dan Utara," papar Van Sertima. Umat Islam yang awalnya berdagang telah membangun komunitas di wilayah itu dengan menikahi penduduk asli.(,,,,)

(http://sembarangada.blogspot.com/2009/07/sejarah-islam-di-benua-amerika-jauh.html)

Dalam sumber lain pun kami menemukan bahwa :

“Orang Islam yang datang dengan kedamaian, membuatnya bisa diterima, berinteraksi, bahkan bisa berbaur dengan penduduk secara cepat dan sukses menyebarkan agama Islam bersama ilmu pengetahuan. Di pulau ini, Islam telah berlama-lama dengan menciptakan peradaban penduduk menjadi tinggi. Itulah mengapa sebabnya, di Amerika setelah Columbus datang, sudah banyak berdiri bangunan dan banyaknya masjid-masjid yang berciri khas Arab.”

(http://www.sanggarparadigma.org/index.php?option=com_content&view=article&id=51:columbus-bukan-penemu-benua amerika&catid=13:sejarah&Itemid=1)

Dari sumber-sumber yang kami temukan tersebut, bahwa pada saat umat muslim datang atau sampai di dunia baru tersebut, tujuan mereka adalah untuk berdagang, dan dapat kami katakan pula kedatangan mereka tersebut secara damai, bisa dibuktikan bahwa para pedagang tersebut datang, kemudian bermukim disana dengan membentuk sebuah komunitas, lalu terjadilah suatu interaksi yang menyebabkan terjadinya pernikahan antara kaum muslim dengan masyarakat pribumi sehingga terbentuklah suatu komunitas muslim dan menjadi bagian dari local-genius Amerika. Dengan demikian kami dapat menyimpulkan bahwa kedatangan umat Islam ke benua Amerika diterima oleh masyarakat pribumi secara damai.
Bukti lain yang menunjukkan bahwa terjadinya interaksi antara suku-suku yang ada di Amerika, serta diterimanya komunitas muslim di Amerika tersebut terlihat dari adanya penggunaan bahasa Arab yang dipakai oleh beberapa nama-nama suku Indian dan kepala sukunya. Beberapa nama suku Indian dan kepala suku yang menggunakan akar kata bahasa Arab yaitu: Anasazi, Apache, Arawak, Cherokee (Shar-kee), Arikana, Chavin Cree, Makkah, Hohokam, Hupa, Hopi, Mahigan, Mohawk, Nazca, Zulu, dan Zuni. Kepala suku Indian Cherokee yang terkenal, Sequoyah yang nama aslinya Sikwoya, merupakan ketua suku yang sangat terkenal karena beliau menciptakan sillabel huruf-huruf (Cherokee Syllabary) bagi orang Indian pada tahun 1821. Namanya diabadikan sebagai nama pohon Redwood yang tertinggi di California, sekarang dapat disaksikan di taman hutan lindung di utara San Francisco.
Selain pengaruh penggunaan bahasa dalam nama-nama ada juga pengaruh umat Islam lainnya, yaitu dari segi berpakaian. Dalam beberapa sumber yang kami dapat disebutkan bahwa ada beberapa kepala suku yang menggunakan sorban sebagai tutup kepala, diantaranya adalah Cherokee (Shar-kee) atau yang lebih dikenal dengan nama Sequoyah, Chippewa, Creek, Iowa, Kansas, Miami, Potawatomi, Sauk, Fox, Seminole, Shawnee, Sioux, Winnebago, dan Yuchi. Namun karena adanya gambaran yang diberikan oleh para seniman barat mengenai orang-orang suku Indian yang selalu mengenakan bulu-bulu burung warna-warni sebagai penghias kepalanya, sehingga kita sering mensamaratakan bahwa orang-orang suku Indian itu seperti yang digambarkan oleh orang-orang barat tersebut. Padahal selain menggunakan bulu-bulu burung ada juga orang-orang suku Indian tyang menggunakan sorban sebagai penutup kepalanya.
Selain itu juga orang-orang Indian Amerika juga memegang nilai ketuhanan dengan mempercayai adanya Tuhan yang menguasai seluruh alam semesta ini, dan Tuhan tersebut tidak teraba oleh panca indera. Mereka juga meyakini bahwa tugas utama manusia diciptakan oleh Tuhan adalah untuk memuja dan menyembahnya. Seperti penuturan seorang kepala suku Ohiyesa: ”In the life of the Indian, there was only inevitable duty -the duty of prayer- the daily recognition of the Unseen and the Eternal”. Di dalam Al Qur’an, kita diberitahukan bahwa tujuan penciptaan manusia dan jin adalah semata-mata demi untuk beribadah kepada Allah SWT.
Ahli sejarah seni Jerman, Alexander Von Wuthenau, dalam buku klasiknya “Unexpected Faces in Ancient America” (1975); serta Ivan Van Sertima dengan buku “They Came Before Columbus” (1976) dan juga mengedit buku “African Presence In Early America” di mana intelektual Perancis abad ke-19 Brasseur de Bourboug di situ mengungkapkan keberadaan orang-orang Islam di Amerika tengah, yang juga didukung essei dari P.V. Ramos dalam buku yang sama tentang keberadaan ‘Mohemmedans’ di Karibia (Carib) yang dijumpai Columbus. Beberapa literature lainnya yang bisa ditelusuri tentang hal yang sama antara lain dari ahli arkeologi dan linguis Howard Barraclough (Barry) Fell berjudul “Saga America” (1980); Colin Taylor (editor) “The Native Americans” (1991); dan orientalis Inggris De Lacy O’Leary yang menulis “Arabic Thought and It’s Place In Western History” (1992). Salah satu buku yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia karya Gavin Menzies,seorang bekas pelaut yang menerbitkan hasil penelusurannya, menemukan adanya peta empat buah pulau di Karibia yang dibuat pada tahun 1424 dan ditandatangani oleh Zuane Pissigano, kartografer dari Venesia. Peta ini berarti dibuat 68 tahun sebelum Columbus mendarat di Amerika. Dua pulau pada peta ini kemudian diidentifikasi sebagai Puerto Rico dan Guadalupe. (Diambil dari: digest.eramuslim.com - New Jerusalem, Sisi Amerika Yang Disembunyikan)
Tak perlu diragukan lagi, secara historis kaum Muslimin telah memberi pengaruh dalam evolusi masyarakat Amerika beberapa abad sebelum Christopher Columbus menemukannya,'' tutur Fareed H. Numan dalam American Muslim History A Chronological Observation. Sejarah mencatat Muslim dari Afrika telah menjalin hubungan dengan penduduk asli benua Amerika, jauh sebelum Columbus tiba.

• Keadaan Islam di benua Amerika pada saat kedatangan Colombus

Christopher Columbus menyebut Amerika sebagai 'The New World' ketika pertama kali menginjakkan kakinya di benua itu pada 21 Oktober 1492. Namun, bagi umat Islam di era keemasan, Amerika bukanlah sebuah 'Dunia Baru'. Sebab, 603 tahun sebelum penjelajah Spanyol itu menemukan benua tersebut, para penjelajah Muslim dari Afrika Barat telah membangun peradaban di Amerika.
Sederet sejarawan menemukan fakta bahwa para penjelajah Muslim telah menginjakkan kaki dan menyebarkan Islam di benua itu lebih dari setengah milenium sebelum Columbus. Secara historis umat Islam telah memberi kontribusi dalam ilmu pengetahuan, seni, serta kemanusiaan di benua Amerika.
Ketika Columbus mendarat di kepulauan Bahama pada 12 Oktober 1492, pulau itu sudah dinamai Guanahani oleh penduduknya. Kata ini berasal dari bahasa Mandika yang merupakan turunan dari bahasa Arab. Dilaporkan oleh Columbus bahwa penduduk asli di sini bersahabat dan suka menolong. Guana, yang hingga hari ini masih banyak dipakai sebagai nama di kawasan Amerika Tengah, Selatan dan Utara, berasal dari kata Ikhwana yang berarti ’saudara’ dalam bahasa Arab. Guanahani berarti tempat keluarga Hani bersaudara. Namun Columbus mengganti nama pulau itu menjadi San Salvador dan merampas kepemilikan pulau itu atas nama kerajaan Spanyol. Columbus dalam catatannya menuliskan bahwa pada 21 Oktober 1492 dia melihat reruntuhan masjid dan menaranya lengkap dengan tulisan ayat-ayat Al Qur’an telah ditemukan selain di Cuba, juga di Mexico, Texas, dan Nevada. (Thacher, John Boyd: Christopher Columbus, New York 1950)
(http://rusd.wordpress.com/2009/01/13/islam-di-amerika-sebelum-columbus/).

Sebelum kedatangan Columbus ke Amerika Suku Indian Cherooke- suku aslinya bangsa Amerika itu- sudah lama memeluk agama Islam. Atau dengan kata lainnya, sudah pernah ada orang lain yang pernah lebih dahulu datang ke benua itu jauh sebelum kedatangan Columbus dengan maksud salah satunya mengajarkan Islam kepada penduduk asli Amerika saat itu.
Diungkapkan Dr Barry Fell, seorang arkeolog dan ahli bahasa dari Universitas Harvard. Dalam karyanya berjudul Saga America, Fell menyebutkan bahwa umat Islam tak hanya tiba sebelum Columbus di Amerika. Namun, umat Islam juga telah membangun sebuah peradaban di benua itu.
Dari catatan Columbus serta fakta-fakta lainya tersebut, dapat kita interpretasikan bahwa pada saat itu islam telah ada dan berkembang, bagaimana perkembangan islam pada saat itu mungkin kurang jelas namun yang pasti jika ketika kedatangan Columbus tersebut disana telah ada mesjid yang tersebar dibeberapa kota di benua Amerika, kami dapat menyimpulkan bahwa perkembangan islam di sana berkembang dengan baik. Namun jika Columbus menyatakan mesjid tersebut telah runtuh, maka akan timbul pertanyaan baru yakni kenapa mesjid tersebut runtuh? Dan bagaimana keadaan umat Islam di benua Amerika ketika kedatangan Columbus tersebut? Apakah disana telah terjadi benacan, peperangan antar suku ataukah islam di sana telah memudar seiring kemunduran Islam di Spanyol??.
Mungkin benar juga, Jika kami simpulkan bahwa keadaan Islam di Amerika ketika kedatangan Columbus sedang berada dalam kemunduran, dan mungkin juga ketika Columbus berada di Amerika umat Islam berada dalam ketertekanan sehingga perkembangan Islam pasca Columbus tidak dapat berkembang.
Dalam bukti-bukti yang lain yang bisa menunjukan keadaan Islam di Amerika saat itu, Mahir memaparkan, para penjelajah Muslim telah datang ke tahan kelahiran suku Cherokee hampir lebih dari 1.000 tahun lalu. Yang lebih penting lagi dari sekedar pengakuan itu, kehadiran Islam di Amerika, khususnya pada suku Cherokee adalah dengan ditemukannya perundang-undangan, risalah dan resolusi yang menunjukkan fakta bahwa umat Islam di benua itu begitu aktif. Sehingga dapat dikatakan bahwa Islam di Amerika pra-Columbus memang begitu sangat pesat dan maju.
Salah satu fakta yang membuktikan bahwa suku-suku asli Amerika telah menganut Islam dan perkembangan Islam disana sudah maju, dapat dilacak di Arsip Nasional atu Perpustakaan Kongres. Kesepakatan 1987 atau Treat of 1987 mencantumkan bahwa orang Amerika asli menganut sistem Islam dalam bidang perdagangan, kelautan, dan pemerintahan. Arsip negara bagian Carolina menerapkan perundang-undangan seperti yang diterapkan bangsa Moor.
Menurut Youssef, pemimpin suku Cherokee pata tahun 1866 M adalah seorang pria bernama Ramadhan Bin Wati. Pakaian yang biasa dikenakan suku itu hingga tahun 1832 M adalah busana Muslim. ''Di Amerika Utara sekurangnya terdapat 565 nama suku, perkampungan, kota, dan pegunungan yang akar katanya berasal dari bahasa Arab,'' papar Youssef.
Bukti lainnya adalah, Columbus sendiri mengetahui bahwa orang-orang Carib (Karibia) adalah pengikut Nabi Muhammad. Dia faham bahwa orang-orang Islam telah berada di sana terutama orang-orang dari Pantai Barat Afrika. Mereka mendiami Karibia, Amerika Utara dan Selatan. Namun tidak seperti Columbus yang ingin menguasai dan memperbudak rakyat Amerika. Orang-Orang Islam datang untuk berdagang dan bahkan beberapa menikahi orang-orang pribumi. Jadi kesimpulan kami mengenai keadaan Islam di Amerika ketika Columbus datang sudah sangat berkembang namun entah apa yang dilakukan sehingga setelah kedatangannya Islam menjadi seperti hilang dari benua Amerika.
• Peninggalan-peninggalan Islam di benua Amerika
Di setiap terjalinnya suatu komunitas pastilah akan meninggalkan jejak-jejak yang akan membuktikan bahwa komunitas itu pernah ada, berkembang atau tumbuh, mencapai puncak kejayaan dan mengalami kemunduran sampai akhirnya runtuh. Jejak-jejak itu dapat ditinggalkan secara sengaja atau tidak. Artinya, mereka sengaja membuat jejak (peningglan) tersebut untuk kepentingan keturunanya nanti.
Keberadaan umat Islam di benua Amerika pun meninggalkan sebuah jejak-jejak (peninggalan) yang dapat kita temui disekujur benua Amerika, jauh sebelum kedatangan Colombus ke benua Amerika. Jejak atau peninggalan dapat terlihat dari nama-nama tempat yang ada di Amerika. Seperti di tengah kota Los Angeles terdapat nama kawasan Alhambra, juga nama-nama teluk El Morro dan Alamitos, serta nama-nama tempat seperti Andalusia, Attilla, Alla, Aladdin, Albany, Alcazar, Alameda, Alomar, Almansor, Almar, Alva, Amber, Azure, dan La Habra. Di bagian tengah Amerika, dari selatan hingga Illinois terdapat nama-nama kota Albany, Andalusia, Attalla, Lebanon, dan Tullahoma. Di negara bagian Washington misalnya, terdapat kota Salem. Lalu di Karibia (ini jelas kata Arab) dan Amerika Tengah misalnya ada nama Jamaika, Pulau Cuba (berasal dari kata Quba?) dengan ibukotanya La Habana (Havana), serta pulau-pulau Grenada, Barbados, Bahama, dan Nassau.
Selain itu juga di daerah Amerika Selatan terdapat nama kota-kota Cordoba (di Argentina), Alcantara (di Brazil), Bahia (di Brazil dan Argentina). Nama-nama pegunungan Appalachian (Apala-che) di pantai timur dan pegunungan Absarooka di pantai barat. Kota besar di Ohio pada muara sungai Wabash yang panjang dan meliuk-liuk bernama Toledo, satu nama universitas Islam ketika Islam masih berjaya di Andalusia, Spanyol. Menurut pendapat Dr. Youssef Mroueh, sekarang saja terdapat tidak kurang dari 565 nama tempat di Amerika Utara, baik di negara bagian, kota, sungai, gunung, danau, dan desa yang diambil dari nama Islam ataupun nama dengan akar kata bahasa Arab. Sebanyak 484 di Amerika Serikat dan 81 di Canada. Ini merupakan bukti yang tak terbantahkan bahwa Islam telah ada di sana sebelum Columbus mendarat. Pendapat ini diperkuat oleh Dr. A. Zahoor bahkan menegaskan bahwa nama negara bagian seperti Alabama, sebenarnya berasal dari kata Allah-bamya, dan juga nama negara Arkansas berasal dari kata Arkan-Sah, serta Tennesse dari kata Tanasuh.
Dr. Mroueh juga menuliskan beberapa nama yang dicatatnya malah merupakan nama kota suci kita seperti Mecca di Indiana, Medina di Idaho, Medina di New York, Medina dan Hazen di North Dakota, Medina di Ohio, Medina di Tennessee, Medina di Texas yang paling besar dengan penduduk 26,000, Medina di Ontario Canada, kota Mahomet di Illinois, Mona di Utah, dan Arva di Ontario Canada.
Pada saat kedatangan Colombus di pulau yang sekarang dikenal dengan nama Bahama, sebelumnya pulau ini bernama Guanahani yang berasal daribahasa Mandika yang merupakan turunan dari bahasa Arab. Nama Guana ini berasal dari bahasa Arab yaitu dari kata Ikhwana yang berarti saudara. Guanahani berarti tempat keluarga Hani bersaudara. Namun Columbus mengganti nama pulau ini menjadi San Salvador dan merampas kepemilikan pulau itu atas nama kerajaan Spanyol.
Peninggalan lainnya adalah sebagai berikut:
• Adanya reruntuhan masjid dan menaranya lengkap dengan tulisan ayat-ayat Al Qur’an telah ditemukan selain di Cuba, juga di Mexico, Texas, dan Nevada.
• Ditemukannya prasasti dalam bahasa di lembah sungai Misisipi dan Arizona. Dari prasasti tersebut dapat diperoleh keterangan bahwa para imigran itu juga membawa gajah dari Afrika.
Ternyata sebelum kedatangan Christoper Columbus (yang katanya penemu benua Amerika), umat Islam sudah terlebih dahulu menemukannya. Sebuah fakta yang tak terbantahkan lagi jika umat Islam sudah lebih dulu berada di daratan luas yang kini bernama Amerika, jauh beberapa abad sebelum kedatangan Columbus yang meng-klaim sebagai penemu Amerika. Fakta yang paling gampang ditemui nama serupa dengan kota suci umat Islam seperti Mecca di Indiana, Medina di Idaho, Medina di New York, Medina dan Hazen di North Dakota, Medina di Ohio, Medina di Tennessee, Medina di Texas yang paling besar dengan penduduk 26,000, Medina di Ontario Canada, kota Mahomet di Illinois, Mona di Utah, dan Arva di Ontario Canada, dan beberapa nama seperti California (Caliph Haronia), Alabama (Alah Bumnya), Arkansas (Arkan-sah) dan Tennesse (Tanasuh), T Allah Hassee (Tallahassee), Alhambra, Islamorada dan sekitar 500 nama kota lainnya berasal dari kata Arab.
Beberapa literature lainnya yang bisa ditelusuri tentang hal yang sama antara lain dari ahli arkeologi dan linguis Howard Barraclough (Barry) Fell berjudul “Saga America” (1980); Colin Taylor (editor) “The Native Americans” (1991); dan orientalis Inggris De Lacy O’Leary yang menulis “Arabic Thought and It’s Place In Western History” (1992). Salah satu buku yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia karya Gavin Menzies, seorang bekas pelaut yang menerbitkan hasil penelusurannya, menemukan adanya peta empat buah pulau di Karibia yang dibuat pada tahun 1424 dan ditandatangani oleh Zuane Pissigano, kartografer dari Venesia. Peta ini berarti dibuat 68 tahun sebelum Columbus mendarat di Amerika. Dua pulau pada peta ini kemudian diidentifikasi sebagai Puerto Rico dan Guadalupe. Menzies juga mengemukakan bahwa Laksamana Zheng He (Ceng Ho), seorang Laksamana Cina Muslim, telah mendarat di Amerika pada tahun 1421, 71 tahun lebih awal ketimbang Columbus. Lima abad sebelumnya, Khaskhas Ibn Saeed Ibn Aswad pun telah menjejakkan kaki di Amerika. Jelas, penemu Amerika sama seklai bukan Colombus, tetapi para pionir pelayaran dunia, yakni pelaut-pelaut Islam yang ulung.
(Diambil dari: digest.eramuslim.com - New Jerusalem, Sisi Amerika Yang Disembunyikan).
(http://rusd.wordpress.com/2009/01/13/islam-di-amerika-sebelum-columbus/)

Fakta lainnya tentang kehadiran Islam di Amerika jauh sebelum Columbus datang juga diungkapkan Dr Barry Fell, seorang arkeolog dan ahli bahasa dari Universitas Harvard. Dalam karyanya berjudul Saga America, Fell menyebutkan bahwa umat Islam tak hanya tiba sebelum Columbus di Amerika. Namun, umat Islam juga telah membangun sebuah peradaban di benua itu.
Fell juga menemukan fakta yang sangat mengejutkan. Menurut dia, bahasa yang digunakan orang Pima di Barat Daya dan bahasa Algonquina, perbendaharaan katanya banyak yang berasal dari bahasa Arab. Arkeolog itu juga menemukan tulisan tua Islami di beberapa tempat seperti di California.
Di Kabupaten Inyo, negara bagian California, Fell juga menemukan tulisan tua lainnya yang berbunyi 'Yasus bin Maria' yang dalam bahasa Arab berarti "Yesus, anak Maria". "Ini bukan frase Kristen,'' cetus Fell. Faktanya, menurut dia, frase itu ditemukan dalam kitab suci Alquran. Tulisan tua itu, papar dia, usianya lebih tua beberapa abad dari Amerika Serikat.
Arkeolog dan ahli bahasa itu juga menemukan teks, diagram, serta peta yang dipahat di batu yang digunakan untuk kepentingan sekolah. Temuan itu bertarikh antara tahun 700 hingga 800 M. Teks serta diagram itu berisi mata pelajaran matematika, sejarah, geografi, astronomi, dan navigasi laut. Bahasa pengajaran yang ditemukan itu menggunakan tulisan Arab Kufi dari Afrika Utara.
Sejarawan seni berkebangsaan Jerman, Alexander Von Wuthenau, juga menemukan bukti dan fakta keberadaan Islam di Amerika pada tahun 800 M hingga 900 M. Wuthenau menemukan ukiran kepala yang menggambarkan seperti bangsa Moor. Itu berarti, Islam telah bersemi di Amerika sekitar separuh milenium sebelum Columbus lahir.
Dia juga menemukan ukiran serupa bertarik 900 M hingga 1500 M. Artifak yang ditemukan itu mirip foto orang tua yang biasa ditemui di Mesir. Youssef Mroueh dalam tulisannya Muslim in The Americas Before Columbus memaparkan penuturan Mahir Abdal-Razzaaq El, orang Amerika asli yang menganut agama Islam. Mahir berasal dari suku Cherokee yang dikenal sebagai Eagle Sun Walker.
Sehingga jelas sekali bahwa bukti-bukti serta fakta-fakta yang menunjukan bahwa Islam telah ada di Benua Amerika jauh sebelum kedatangan Columbus memang benar-benra tidak bisa dibantahkan lagi, sehingga sekarang tinggal giliran anda apakah masih percaya dengan sejarah yang dinyatakan oleh Columbus ataukah mengingkari bukti-bukti yang telah ada ?????.




























KESIMPULAN

Pada masa kejayaannya Islam merupakan sebuah Imperium yang begitu Luas, daerah kekuasaanya mencakup beberapa benua yakni benua Asia, Eropa, Afrika. Pada masa itu pula penyebaran Islam sangat menjadi prioritas utama para khalifah, sehingga pada masa Bani Ummayah di Spanyol yakni pada abad ke-10, Islam berhasil menyebarluaskan ajaranya sampai ke Benua Amerika.
Penyebaran Islam di Benua Amerika berlangsung secara damai dan diterima dengan baik oleh masyarakat pribumi pada saat itu, banyak fakta-fakta yang menunjukan bahwa mula-mula para pendatang baru dari Spanyol dan Afrika tersebut, berkunjung ke benua Amerika hanya untuk berdagang, namun, semangat untuk berdakwah bisa dilakukan dimanapun, sehingga para pedagang-pedagang tersebut akhirnya menyebarkan Islam dibenua baru tersebut.
Para pedagang Islam tersebut, datang dan bermukim disana, kemudian berasimilasi dengan masyarakat setempat sehingga terjadinya perkawinan antara pendatang dengan masyarakat asli. Maka terjadilah suatu komunitas yang menjadi cikal bakal masyarakat Islam di Amerika.
Dari bukti-bukti serta fakta memang menunjukan bahwa Islam masuk ke benua Amerika sekitar abad ke-10 dan kedatangan muslim ke benua Amerika pun jauh sebelum kedatangan Columbus. Jejak-jejak peninggalan Islam pun bisa membuktikan bahwa Islam telah memberikan pengaruh serta peradaban bagi benua Amerika. Hal itu pun didukung oleh pernyataan Columbus sendiri tentang ditemukannya reruntuhan mesjid ketika Columbus sampai disana, sehingga itu menunjukan bahwa Islam telah ada, berkembang, serta memberikan pengaruh serta peradaban bagi masyarakat benua Amerika.




DAFTAR PUSTAKA

Al-‘Usairy. 2008. Sejarah Islam (Sejak Zaman Nabi Adam Hingga Abad XX). Jakarta: Akbar Media Eka Sarana
Asti B.M. dan Munif J.A. 2009. 105 Tokoh Penemu dan Perintis Dunia. Yogyakarta: Narasi.
Ali K. 2003. Sejarah Islam (Tarikh Pramodern). Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada
Supriyadi D. 2008. Sejarah Peradaban Islam. Bandung: CV. Pusataka Setia
Wardiana W.A. (--------). Colombus Menemukan Jejak Islam. .......: Pustaka Pelajar.
Admin. (2009). Columbus dan Pemalsuan Penemu Benua Amerika.....!!!. (Online). Tersedia: http://gustidha.blogspot.com/2009/01/columbus-dan-pemalsuan-penemuan-benua.html [Minggu, 16 Agustus 2009].
Agusti. (2007). Hari Columbus Sampai Ke Dunia Baru. (Online). Tersedia:http://endless722.wordpress.com/2009/05/20/hari_Columbus_Sampai ke Dunia_ baru/Htm. [Minggu, 26 Agustus 2009].
Tanpa Nama.(2009). Columbus Bukan Penemu Benua Amerika. (online). Tersedia:http://www.sanggarparadigma.org/index.php?option=com_content&view=article&id=51:columbus-bukan-penemu-benua amerika&catid=13:sejarah&Itemid=1 [Minggu, 16 Agustus 2009].
Tanpa Nama. (2009) Islam di Amerika Serikat. (Online). Tersedia:http://id.wikipedia.org/wiki/Islam_di_Amerika_Serikat [Minggu, 16 Agustus 2009].

Tanpa Nama. (___). "Khashkhash Sampai Di Amerika Sebelum Columbus". (Online). Tersedia:http://www.scribd.com/doc/12753043/Khashkhash-Sampai-Di-Amerika-Sebelum-Columbus?from_email_04_friend_send=1 [Minggu, 16 Agustus 2009].

Tanpa Nama. (___). Suku Indian Cherokee Dahulu adalah Muslim. (Online). Tersedia:http://www.scribd.com/doc/12753296/Suku-Indian-Cherokee-dahulu-adalah-muslim [Minggu, 16 Agustus 2009].

Tidak ada komentar:

Posting Komentar